Sejarah NPC

Selama lebih dari 10 tahun menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, tidaklah mudah bagi pemuda asal Galela, Maluku Utara. Terdapat banyak tantangan maupun rintangan dalam menjalankan amanah dari umat muslim Indonesia. Dan tantangan terbesar itu adalah bagaimana menjaga kepercayaan umat Islam Indonesia.

Abdillah Onim atau yang akrab disapa Bang Onim telah menghibahkan jiwa dan raganya untuk berkontribusi bagi perdamaian dunia.

Nalurinya sebagai Aktivis Kemanusiaan senior mendorongnya untuk terus meningkatkan kinerja dan kapasitas dirinya serta tim untuk bekerja secara konsisten, transparan dan profesional seperti dasar dan prinsip kerja yang dijalankan selama ini.

Maka pada bulan Maret 2018, ide untuk mendirikan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan kemanusiaan akhirnya tercapai. Lembaga tersebut bernama Nusantara Palestina Center (NPC), di mana Bang Onim dalam Akta Pendirian atau sesuai Akta Notaris Nomor 7 tanggal 8 Maret 2018, tercatat sebagai Pendiri dan Pembina NPC.

Ide ini berawal murni dari harapan Bang Onim sendiri, demikian pula masukan dari berbagai kalangan mulai dari lembaga swasta seperti NGO (Non Government Organisation) hingga pemerintah.

Selama hampir 15 tahun di Jalur Gaza, Bang Onim berhasil membuktikan kinerjanya di bidang kemanusiaan yang mendapat apresiasi dari pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kedutaan Republik Indonesia di Amman Jordan.

Atas prestasi dan kontribusi tersebut, pada Agustus 2017, Bang Onim dan keluarga diundang khusus bertemu Dubes RI untuk Kerajaan Yordania dan Negara Palestina, H. E. Drs. Andy Rachmianto, M.Phil., dalam momentum perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bang Onim adalah mata dan telinga saya di Jalur Gaza,” sebut Dubes Andy di hadapan belasan pemimpin lembaga kemanusiaan dan sosial saat rapat bersama utusan UNRWA PBB di kantor Kementrian luar Negeri Republik Indonesia, 18 Februari 2018.

Dubes Andy mengaku secara konsisten memantau dan sangat terbantu dengan keberadaan Bang Onim dalam aktivitasnnya menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza. Selain informasi-informasi terbaru seputar Jalur Gaza, Palestina yang dapat diperoleh langsung secara akurat dari Bang Onim, menurut Dubes Andy, eksistensi Bang Onim menegaskan kehadiran Indonesia yang tetap setia mendukung perjuangan dan kemerdekaan rakyat Palestina.

Karena itu dalam rangka melanjutkan misi kemanusiaan yang mulia ini, maka pendirian Nusantara Palestina Center dipandang perlu untuk menyatukan mitra kerja Bang Onim selama ini dalam satu wadah agar komunikasi dan kordinasi lebih mudah dan efisien. Demikian pula lebih menguatkan kinerja secara kolektif yang selama ini menggunakan nama pribadi Bang Onim.

Belum lama ini, seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang bernama Azka Azzahra Salsabila telah menyelesaikan skripsinya dengan judul “The Roles of Nusantara Palestina Center (NPC) Foundation in Advocating Palestinians on Humanitarian Issue 2008-2019.”

Tulisan ilmiah Azka ini menjelaskan mengenai proses advokasi masalah-masalah kemanusiaan di Palestina yang dilakukan oleh NPC sebagai LSM Indonesia yang khusus didirikan untuk Palestina.

Dalam skripsinya, mahasiswi Departemen Program Hubungan Internasional UMY itu menyebutkan bahwa NPC memainkan peran penting dalam mengadvokasi masalah-masalah kemanusiaan di Palestina. LSM lokal Palestina membangun jaringan dan berbagi informasi dengan NPC untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang ada. Sementara itu, NPC membangun jaringan dengan LSM Indonesia lainnya dan secara tidak langsung membawa konsekuensi bagi pemerintah untuk menetapkan masalah kemanusiaan di Palestina dan membawanya ke tingkat internasional.

NPC saat ini tak hanya sebagai NGO lokal, namun sudah menjadi NGO internasional. Untuk itu NPC beserta timnya baik di Jakarta maupun di Gaza harus terus bersinergi dan meningkatkan prestasi dan kapasitas kinerjanya. Hal itu, sebagai bentuk profesionalisme tenaga kerja, pengurus dan tim dalam mengemban tugas yang diberikan, serta peningkatan performa kelembagaan NPC di mata publik.

Chat
Chat